Archive | Inspiration

Jadwal Februari Maret Edukasi Internal TDA Jaksel

Posted on 21 January 2010 by sonny.sofjan

20090610_084739_upomzet

Buat temen-temen TDA Jaksel yang bingung cari info tentang apa sih materi Edukasi Internal TDA Jaksel, bagaimana profil pembicaranya, silahkan simak informasi di bawah ini. Mudah-mudahan yang masih ragu setelah membaca informasi ini bisa segera mengambil keputusan terbaik untuk bisnisnya.

Seminar A - Materi : Bisnis & Investasi | Kategory : Bisnis & Investasi | 13 Februari 2010 | Sonny B Sofjan

Menjadi entrepreneur itu penting tapi menjadi entrepreneur itu bukan segalanya, mungkin kata-kata itu penting untuk menyadarkan kita dalam menjadi pebisnis. Apa sih tujuan utama dalam berbisnis? Apabila tujuan utama kita berbisnis tidak tercapai, kita akan terus menggeluti bisnis itu atau mencari bisnis lain. Apakah sumber utama cash flow itu hanya dari bisnis? Pernahkan kita terpikirkan untuk berinvestasi? Apa sih investasi?

Seminar B -Materi : Key Performance Indicator | Kategory : Business & Management | 28 Februari 2010 | Tjarli Suhendra

Workbook TDA Jaksel, adalah pembeda dengan TDA Wilayah lainnya. Workbook ini bagaikan buku pegangan kita dalam berbisnis dalam setahun. Di sana ada target setting, latihan kita untuk ber LOA dan Key Performance Indicator (KPI)  yang sangat penting dalam membantu kita mensetting target untuk bisnis kita. Target yang reasonable, bukan target yang diambil dari langit, tanpa memikirkan aspek-aspek lain. Istilah orang 99 Thinking Head….. Dibawakan oleh P Tjarli yang memang dalam dunia kesehariannya, double gardan baik sebagai pebisnis (bunda risoles) dan eksekutif proefesional di salah satu bank plat merah di negara ini. Dalam konteks ini beliau akan sosialisasi Workbok TDA Jaksel untuk semua member, terutama member baru dan member lama yang masih belum paham dengan Workbook ini dan manfaatnya. Pengalaman beliau dalam setting target KPI adalah makanan sehari-hari beliau di dunia kerjanya, jadi jangan lewatkan sharing beliau dari pengalaman di lapangan bagaimana setting target for your business…..

Seminar C -Materi : Membuat Bisnis Plan | Kategory : Business & Management | 13 Maret 2010 | Idham Mashar

Membuat Bisnis Plan adalah salah satu stage yang harus dilewati oleh pebisnis dalam menjalankan bisnisnya. Tanpa bisnis plan, kita akan berjalan tanpa arah dan tanpa tujuan yang jelas. Apa saja yang harus dipertimbangkan saat membuat bisnis plan, paramater apa saja yang harus dimasukkanm bagaimana pola pikir dalam pembuatan bisnis plan dan seterusnya. Dibawakan oleh member TDA Jaksel Idham Mashar. mau tau lebih jauh tentang beliau, lihat saja tulisan-tulisannya yang selalu hebat, luarbiasa dan penuh inspirasi, selalu out the box buat kita-kita yang bisnisnya masih level start up di TDA Jaksel. Sejalan dengan bisnisnya yang paling besar di TDA Jaksel, pokoknya kalau gak baca tulisan beliau rasanya rugi besar …..

Seminar D -Materi : Effective Negotiation Skill  | Kategory : Business & Management | 27 Maret 2010 | Be Samyono

Negoisasi merupakan keahlian dasar yang sangat penting dimiliki oleh pelaku usaha.  Workshop ini didesain untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha dalam Negotiation Skill secara efektif utamanya dalam pengembangan 5 kompetensi (communication, customer focus, gaining commitment, negotiation dan profitability focus).   Hasil akhir yang  diharapkan adalah pelaku usaha memahami prinsip-prinsip negosiasi (content & process) dan mengenali kerangka/konsep negosiasi serta komponen-komponen pentingnya, menguasai dan mengembangkan teknik negosiasi yang menguntungkan,  menguasai keterampilan serta teknik negosiasi terkini serta mendapatkan outcomes maksimal dari negosiasi tersebut.  Wokshop ini akan menggabungkan paparan dengan praktek langsung melalui diskusi, role game, demonstrasi dan studi kasus. Dibawakan oleh Be Samyono, seorang pebisnis tulen pemilik beberapa bisnis center dan percetakan di pusat kota di Jakarta. Informasi yang kami dapatkan, diam-diam beliau ini ternyata jebolan S-3 adalah seorang Doktor (bidangnya apa di share dong P Sam… ) dan sekaligus juga dosen kewirausahaan di Universitas Al Azhar. Nah, sudah jelas kan… kalau sampai gak ikut materi beliau akan hmmm … sayang bangettss

Jadi, silahkan dftarkan diri Anda SEGERA…. pilih seminar yang dinginkan sesuai kebutuhan Anda dan bisnis Anda.

Salam,

Divisi Bisnis TDA Jaksel

Comments (9)

Tags:

The taste of Entrepreneur - Apa Selera dan Mentalitas yang harus dimilikinya?

Posted on 16 January 2010 by Tjarli

Oleh : Hendrik Lim

Ia tidak mengenal kata tangung –tanggung.

Hot Coffee or Ice Cold Coffe. Bukan kopi setengah panas.

Setiap hal yang setengah –setengah tidak mendapat tempat.

Sorry. Every mediocricity has no place, katanya.

Hanya ada dua hal yang dianggap penting.

Excellence atau afkir.

Makmur dan hebat atau rugi dan bangkrut.

Korporasi kaya atau korporasi miskin.

Pangsa pasar besar atau kecil. Tidak ada pangsa medium.

Laporan rugi laba hanya ada dua kategori : merah atau biru,

Tidak ada diantaranya. Dan diantaranya tidak ada arti

Sekedar cukup atau cukup baik, itu ukuran yang hanya baik bagi si Looser

Pemenang akan berjuang untuk hasil yang terbaik.

Masalah utamanya bukanlah lagi soal keahlian atau kemampuan, tetapi.

Apa yang tidak dimiliki oleh The Looser adalah attitudes seperti para pemenang,

Langsung saja terjun kedalam Action, maka Anda akan menuai emotion

Kalau menunggu sampai ada mood & emotion, kita tidak pernah mulai

Dan Anda tidak akan bisa mengharapkan sebuah hasil yang lebih baik, hanya dengan menggunakan metode yang sama, dan berulang –ulang, lalu mengharapkan sebuah perubahan terjadi. Sebuah hokie akan datang,. No way

Setiap orang mau mendapatkan bagian yang terbaik, kue yang terbesar, tetapi hanya sedikit sekali yang mau membayar harganya. Dan untuk mendapatkan curahan inspirasi dan breakthru. Anda harus punya passion.

Fix up your passion.

Untuk melihat apakah Anda sudah memiliki passionate yang solid atau belum, izinkan diri Anda sendiri menjawab pertanyaan berikut ini dengan jujur:

Jika saya memberikan kepada Anda, sekumpulan profesional, yang memiliki kwalitas seperti yang Anda minta, kwalitas apapun itu, saya akan memberikan nya sesuai dengan harapan Anda, dan mereka akan siap sedia membantu Anda sepenuh hati :

proyek apa yang hendak Anda ciptakan?

Tugas apa yang Anda hendak lakukan untuk mewujudkannya.

Produk apa yang akan Anda hasilkan?

Apakah produk tersebut menawarkan solusi bagi orang lain?

Kalau Anda tidak punya jawaban tersebut, itu berarti Anda belum memiliki sebuah passsionates. Dan karena tidak punya sebuah passionate, maka tidak ada inspirasi yang setiap hari akan hadir dalam hidup Anda. Meskipun kumpulan orang orang profesional yang mau membantu setiap hari ada disekeliling Anda, mereka menjadi sebauh kemubaziran. Sebuah redundancy. Karena Anda tidak punya pekerjaan untuk mereka.

Ingat :

Passion comes before inspiration.

If you want to get inspired, fix your passion first.

Dan tanpa itu semua, bagaimana Anda dan saya bisa meletakan sebuah dasar untuk mengklaim: capital adalah masalah untuk memulai bisnis. Capital adalah terminologi investor. Untuk menjadi human capital, yang perlu Anda kuasai adalah mindset dan cara berpikir investor; selera dan mentalitasnya.

Comments (0)

Apa Orang Kaya Pasti Pintar, atau Orang Pintar Pasti Kaya?

Posted on 23 November 2009 by Tjarli

Gimana sih kamu tuh doel, sudah emak sekolahin tinggi tinggi sampai luar negeri, tapi ko nggak pintar cari duit, nggak kaya –kaya seperti Bento yang tidak sekolah setinggi loe Doel?

Begitu gerutu orang saat melihat anak nya pintar belum mencetak uang hingga bisa disebut sebagai orang kaya. Hm.. apa yang ‘ tidak beres’ sama kecerdesan otak Pak Doel, sehingga ia tidak mendapat bayaran atau omet yang besar? Apakah Si Doel menginvestasikan sesuatu yang tidak efektif dalam otak inteligence nya?

Ada yang bilang Orang pintar itu belum tentu kaya, namun kalau orang kaya pasti ‘pintar’. Apakah anda setuju dengan pendapat diatas? Apanya yang ‘pintar’?
Orang kita sebut kaya artinya ia sudah berhasil mendapatkan sebuah bayaran atas jasanya memenuhi kebutuhan orang lain,- apapun nama untuk kebutuhan itu-. Artinya ia telah menggunakan secara efektif kekuatan dan kometensi nya untuk membidik, memikirkan kebutuhan dan kepentingan orang lain,lalu memenuhinya dan atas dasar itu ia dibayar. Ini berarti ia ‘pintar ‘ bukan? Karena memang dibutuhkan kekuatan mental emphati, untuk memikirkan kebutuhan orang lain, baru ada orang lain yang mau membayar sebagai imbalan untuk itu. Kalau tidak bisa ‘ pintar’ dan efektif menggunakanya, mana ada orang yang mau membayar kita?

Sebaliknya, orang yang pintar – dalam pengertian koqnitif yang sering disebut orang ‘punya otak kiri’, namun apabila ia tidak memiliki sensitivitas tinggi untuk duduk diam dan menggunakan resources intellectualnya itu untuk memikirkan kebutuhan orang lain atau kebutuhan organisasi lain, tentu ini sebuah pilihan yang punya implikasi financial. Jelas tidak ada orang atau institusi lain yang merasa ia telah memenuhi kebutuhannya. dan mereka tidak menuliskan cek pembayaran untuk itu. Para bijak mengajarkan kepada kita semua: orang toh tidak peduli berapa banyak yang kita tahu didalam otak kita, sampai mereka tahu berapa seberapa jauh kita peduli. Peduli adalah sebuah terminologi seberapa emphati kita memikirkan kebutuhan orang lain dengan sumber daya yang kita miliki itu. Dalam semangat seperti itulah, saya rasa sebuah kegiatan bisa menimbulkan impacts.

Dalam pengertian awam , kepintaran sering dihubungan dengan intelegensi otak kiri. Dan ada banyak orang yang pintar yang payah emphatinya (otak kanan) untuk menggunakan sumberdaya yang ia miliki untuk memikirkan kebutuhan orang lain, dan karenanya ia tidak mendapatkan bayaran dan kesulitan uang . Tanpa mentalitas untuk berempathi atas kebutuhan orang lain, seorang executive yang cerdas belum tentu bisa mencetak profit dalam neraca pembukuan korporasi.

Spencer, seorang psikologue besar, bilang kalau seorang berlatar belakang teknik engineering itu amat cerdas dalam bidang teknis, ia bukan termasuk kategori unggulan. Karena memang sudah wajar ia harus mengerti kompetensi tersebut. Begitu juga kalau seorang Psikologue at.au berlatar belakang sosial , mengerti tentang bidang psikologi dan huungan sosial. Tidak ada yang istimewa disini. Kalau seorang berlatar belakang engineering, tapi juga melengkapi dirimya dengan kemampuan dan kecakapan sosial, maka ia baru menjadi products unggulan dan umumnya orang yang melakukan investasi tambahan , diluar kwadran intrinsicnya seperti itulah yang akan menjadi sukses. Kalau Background kompetensi kita adalah engieering dan hanya menginvestasikan waktu dan perhatian kita pada skill enginerring, benar kita akan menjadi amat pintar seperti cerita si Doel diatas, tapi tidak kaya kaya.

Lain si Doel, lain pula dengan Ziglar, salah satu tokoh leadership terbesar di Amerika Serikat. Zig dibesarkan dalam kondisi yang amat pelik dan miskin , bahkan hingga ia menikah dan memiliki putra dan ia masih miskin. Dalam biographynya, ia menceritakan kesulitan karena tidak punya uang saat putranya lahir dan ia dalam kebingungan tanpa uang di kantong. Sekarang keadaannya sudah benar benar berbeda. Kini ia telah menjadi guru leadership yang amat sukes, tokoh bisnis dan pemuka masyarakat di Amerika Serikat. Dan didalam kemewahannya kini ia berkata ketika berhadapan dengan khalayak peserta traning yang ia selenggarakan: “Saya pernah mengalami kemiskinan, dan pernah pula kaya. Izinkan saya memberitahukan kepada Anda; dari pada miskin jauh lebih baik menjadi kaya”. Dan hadirin pun bergemuruh tertawa setuju. Dan pilihan tersebut dimulai dengan sebuah keputusan portfolio investasi. Apakah kita hanya akan berinvestasi di kompetensi otak kiri, sebuah porfolio hard skill semata atau juga akan berinvestasi di otak kanan, portfolio softskill.

Hendrik Lim, MBA

Praktisi Bisnis Internasional

Comments (1)

KMM2 Jaksel Seru Banget.. Bikin Program ACTION Oriented Untuk Belajar Bisnis

Posted on 05 November 2009 by sonny.sofjan

Jakarta, 5 November 2009 jam 21.45 WIB KMM2 baru saja selesai ber KMM dengan sebuah ide ACTION yang didesain cocok untuk KMM2.  Initnya dicari satu kegiatan yang bisa menjadi sebuah laboratorium bisnis bagi semua anggota sehingga tidak cuma menjadi wacana belajar & belajar bisnis, tapi menjadi media praktek bisnis yang paling efektif, karena apa yang diwacanakan langsung dijalankan. Dan yang pasti, tidak boleh mengganggu bisnis masing2, gampang ngerjainnya dan quick yield secara finansial sehingga everybody happy di KMM2. Gitu kira2 terms & conditionnya….

Yang paling terasa dari kegiatan kemarin adalah semangat yang dulu sempat luntur bisa langsung muncul lagi dengan segudang ide2 brilliant dari temen2 KMM2. Dan yang hebatnya, semua gak mau tanggung2 mengerjakannnya baik dari sisi skala dan impact dari kegiatan ini baik bagi diri sendiri maupun untuk umum.  Katanya : keringat yang dikeluarkan sama koq… sekalian aja yang gedean dikit.

Tetapi, bottom line nya adalah semua kegiatan ini dalam rangka menyemarakkan KMM lagi, mencari satu kesamaan point of interest agar semua punya kesamaan tujuan dan memiliki media untuk mempraktekkan ide2 yang muncul. Kayaknya salah satu kunci sukses organisasi ada di titik ini, gak bisa dipungkiri. KMM2 berusaha mewujudkan itu dengan resource yang ada. Dan ternyata resources yang ada di KMM2 luar biasa, mulai dari para ustadz2 yang kenyang dengan organisasi, ada yang sudah malang melintang di urusan dunia UKM, ada yang jago pegang uang, ada yang punya banyak temen di media, jago kesekretariatan. Intinya semua sudah punya domain masing-masing, nah point berikutnya adalah bagaimana membuat ini semua menjadi media belajar & praktek dari semua untuk semua.

So, doakan ya temen2 TDA Jaksel, semoga apa yang kami cita2kan bisa terealisasi untuk kemaslahatan orang banyak termasuk TDA Jaksel. Amiin ya Allah

Comments (8)

Buktikan Merah Mu…

Posted on 21 July 2009 by Ridwanfirdaus

Ini dia iklan Gudang Garam Merah sebelumnnya, “Buktikan MerahMu”. Jargon ini sudah di ubah menjadi Nyalakan Merah Mu belakangan ini. Kali ini saya tidak mengomentari materi iklannya namun sangat terinspirasi dengan kalimat “Buktikan MerahMu”. Apa yang membuat saya sangat menyukai kalimat “Buktikan MerahMu” ini?

Saya yakin bagi teman-teman yang memilih jalan hidupnya menjadi seorang Entrepreneur atau pengusaha harus melalui jalan terjal yang mendaki, sebuah proses yang harus dilalui dengan sabar. Tidak sedikit orang-orang yang meragukan pilihan kita untuk menapaki karir sebagai pengusaha. Bahkan, orang-orang terdekat kita pun ragu dengan kemampuan kita, mungkin saja orang-orang tersebut adalah suami anda, istri anda, orang tua anda, kakak atau adik anda atau keluarga anda lainnya. Mereka meragukan bahkan mencibir dengan keputusan kita, apalagi di tambah dengan jika anda alami kegagalan atau lamban untuk mencapai kesuksesan.

Lalu bagaimana dengan Anda? Orang-orang terdekat Anda tidak yakin dengan potensi anda untuk memulai usaha. Anda tidak perlu menjawab jika di cemoohkan, Anda tidak perlu mengemukakan alasan-alasan, rencana-rencana bisnis Anda, biarkan saja. Diam saja dan Anda tidak perlu dendam atau membenci.., biarkan saja apa kata mereka. Lanjutkan! perjuangan mu untuk mewujudkan impian untuk menjadi pengusaha dan terus bergerak menuju hidup bebas finansial, lebih cepat lebih baik :)

Ya..tidak ada kalimat yang tepat selain “Buktikan MerahMu” detik ini juga.

Salam Street Smart

Ridwan
www.ridwanfirdaus.com

Comments (0)

Nyalakan Merah Mu

Posted on 21 July 2009 by Ridwanfirdaus

Pernah menonton iklan atau mendengar celotehan “Nyalakan Merahmu..”? Ya, ini iklan terbaru dari Gudang Garam Merah yang cukup mencuri perhatian saya belakangan ini. Coba saja anda perhatikan tayangannya. Iklan tersebut menyajikan seorang pemuda status karyawan yang baru saja mengalami PHK sambil mengemasi perabotan di tempat kerjanya dan nampak menyiratkan sedikit kekecewaan di wajahnya karena harus segera meninggalkan status karyawannya karena di PHK. Tapi, tidak berlangsung lama.., mantan karyawan ini tampak mengutak atik sepeda motornya dengan penuh semangat, kemudian singkatnya pemuda tersebut berhasil membuka usaha bengkel sepeda motor.

Lepas dari produk yang di iklankan tapi materi iklan tersebut cukup menggugah & meng-inspirasi kita untuk tidak segera putus asa. Pemutusan Hubungan Kerja bukanlah akhir dari kisah hidupnya namun ternyata pada saat itulah ia memulai hidupnya yang baru yaitu menjadi seorang Pengusaha Bengkel Sepeda Motor. Iklan tersebut seolah memberi tahu kita, masih banyak jalan lain, melatih kita untuk memutar otak secara kreatif bahwa bekerja di tempat orang bukanlah satu-satunya tempat mencari uang. Banyak cara yang dapat di tempuh.

Nah..buat teman-teman yang baca tulisan ini mulai hari ini.., Nyalakan Merah Mu!

Salam Street Smart
http://www.ridwanfirdaus.com

Comments (1)

LEDAKKAN OMZET BISNIS ANDA MELALUI MEDIA : Low Budget High Impact Strategy

Posted on 10 June 2009 by sonny.sofjan

· Tahukah Anda banyak bisnis yang omzetnya melonjak karena peran media?

· Tahukah Anda bahwa pebisnis-pebisnis sukses selalu berusaha dekat dengan media?

· Tahukah Anda bahwa media selalu membutuhkan berita2 yang memiliki nilai berita?

· Tahukah Anda bahwa Anda bisa membuat bisnis Anda dikejar-kejar oleh media?

· Tahukah Anda bahwa Anda bisa memanfaatkan media untuk membesarkan bisnis Anda dengan biaya NOL Rupiah bahkan Anda dibayar oleh media untuk bisa dipublikasikan?

· Tahukah Anda bahwa Anda pun bisa memanfaatkan media untuk mendongkrak bisnis Anda?

Banyak pebisnis yang tidak memanfaatkan media secara maksimal. Media baik cetak maupun elektronik hanya dilihat sebagai medium beriklan yang memerlukan modal besar . Padahal pebisnis dapat menggunakan strategi lain yang lebih murah meriah untuk menginformasikan produknya kepada publik melalui media.

BAGAIMANA CARANYA….????

Forum Blok M akan memberikan jawaban atas semua pertanyaan Anda tentang bagaimana memanfaatkan media untuk Meledakkan Omzet bisnis Anda dengan Low Budget High Impact Strategy


Simak acaranya:

Tema Acara : Ledakkan Omzet Anda Lewat Media ; Low Budget High Impact Strategy

Hari/Tanggal : Minggu, 14 Juni 2009
Tempat : WATA Kitchen, Lower Ground, Pasaraya Blok M.
Narasumber : Bapak Edi Taslim (General Manager Business Kompas.com)

Agenda
10.00 – 10.15 Registrasi
10.15 – 13.00 Seminar: Ledakkan Omzet Anda Lewat Media; Low Budget High Impact Strategi

bersama Bpk Edi Taslim (GM Bisnis Kompas.com- Gramedia Grup)
13.00 – 13.30 Makan & sholat
13.30 – 14.00 Informasi Lain & penutupan


Apakah Anda sudah Siap ACTION ?!!

Daftarkan diri Anda SEKARANG JUGA karena tempat terbatas hanya untuk 50 orang peserta.

Biaya Rp.35.000,- (untuk konsumsi dan operasional panitia)

Pembayaran dilakukan via transfer ke Bank BCA No. Rek 547 025 9665 A/N Siska Tri Hapsari

(telp. 081318114437)

Sebagai identifikasi masukkan 3 digit akhir no telp HP Anda

Contoh : siska Tri Hapsari Rp. 35.437,-

Konfirmasikan pendaftaran Anda dengan mengirimkan email yang menyebutkan “Nama, alamat email, no.HP, dan alamat serta jumlah transfer” ke: forumblokM@yahoo.com

WHO IS EDI TASLIM ?

Bagi pembaca setia majalah CHIP, nama Edi Taslim bukanlah nama yang asing lagi. Beliau adalah Founder sekaligus Editor untuk majalah CHIP (Majalah Komputer terkemuka di Tanah Air) yang merupakan majalah yang dikeluarkan oleh KOMPAS –Gramedia Group sejak tahun 1996.

Karena kepiawaiannya dalam mengembangkan majalah CHIP, karir beliau terus menanjak sampai pada tahun 2003 dipercaya untuk menjadi CEO dari Majalah CHIP. Selama kepemimpinannya, beliau terus mengembangkan majalah CHIP ini sehingga marambah negara tetangga seperti Malaysia (CHIP Media Sdn Bhd) dan Singapura (CHIP Media Pte.Ltd). Suatu pencapaian yang luarbiasa dari sebuah majalah yang umurnya belum genap 10 tahun saat itu

Kemajuan luar biasa yang dicapai ini tentu saja tidak lepas dari talenta seorang Edi Taslim dalam mengembangkan bisnis media.

Karirnya terus menanjak secara meyakinkan, sampai hari ini dipercaya sebagai General Manager Business KOMPAS.com. Beliau lah orang di belakang layar yang akan menentukan strategi bisnis Kompas.com ke depan.

Dari sepak terjang beliau di dunia media, sudah tidak diragukan, Edi Taslim adalah orang yang tepat untuk kita dengarkan sharingnya tentang tips & trik bagaimana bisnis berkolaborasi dengan media dengan strategi Low Budget High Impact. Tentunya hal ini akan bisa “Meledakkan Omzet Bisnis Anda

Comments (0)

THINKING OUT of the BOX

Posted on 28 May 2009 by irwan

Dari milis sebelah…
Sangat membantu untuk melatih berpikir di luar pakem yang sudah ada.

Message —-From:teguh.abdullah@gmail.com Sun May 24, 2009 11:25 pm
Dari kawan , saya forward Cerita bagus buat yang kepingin maju dansukses….semoga bermanfaat—–

Forwarded Message —-From: “dr.august@telkomsel.blackberry.com

If your company, Comb manufacturers assigned you to sell the comb to the monks in the temples? Can you do it? What is your answer?

a) Now way… Impossible
b) Crazy
c) I will give it a try in order to follow my boss instruction
d) Well, I will try.
e) Ya, I think I can sell ??? (5pcs? 10pcs? 50pcs? or more…you name it)

Pick an answer above and read below to find out if you are/you are going to be a successful person or not at all.









The Story:
SELLING COMB TO THE MONKS

the monk

the monk

There was one company “manufacturing combs” which intends to expand its business and so the management wanted to employ a new Sales Manager.

The company ADVERTISED the vacancy in the newspaper. There are so many peoples turned up for the interview everyday …. accumulated to almost a hundred peoples in just few days …

The Company now having the problem to choose the right candidate for this position.

So, The Company interviewer had set A Difficult Task to whom who want to come for final interview.
The Task Is To Selling Comb To Monks In Temples

Only 3 Applicants willing to stay on for this Final Interview challenge. (Mr A ,Mr B , Mr C)

The Chief Interviewer instructed: “Now I want three of you here to sell these wooden combs to the monks in the temples. You only have 10 days to do it and report to me after that .”

After 10 days, they reported.

The Chief Interviewer asked Mr A: How many have you sold?
Mr A Answered: Only One.

The Chief Interviewer Asked: How did you manage to sell?
Mr A Answered: The monks in the temples scolded me when I show them the comb. But on my way back to downhill I met a young monk who bought it to scratch his head due to dandruff”.

The Chief Interviewer then asked Mr B: How many did you sell?
Mr B replied: 10 pieces. I went to a shrine and noticed many devotees’ hair was in bad shape due to strong wind outside the shrine. The monk in there listened to my advice and bought 10 combs for their devotees in showing respect to the Buddha statue.

Then, The Chief Interviewer asked Mr C: How about you?
Mr C replied: 1,000 units.

The Chief Interviewer and the other 2 interviews were astounded.

He asked: How you did that?
Mr C replied: I went to a famous temple. After observing for few days I discovered that there were many tourists.
I then told the Chief Abbot there.
“Sifu, those who come here are much devoted. If you could give them a gift, it will be more elating to them. I told him that I have a bulk of combs here and ask him to raft his handwriting on the combs as a present to those visit there.
He was very delighted and straight away ordered 1,000 pieces. ”

The End of Story.
MORAL OF THE STORY

HARVARD UNIVERSITY had done a research that says :

1) 85% of success is due to attitude and 15% is capability
2) Attitude is more important than intelligence, specials skills and luck.

In another word, professional knowledge only constitutes for 15% of success of a person and 85% is due to self-cultivation, public relation and adaptability ability.

Still remember the story of Selling Shoes to African?
When 2 Salesmen were sent to that continent,
one of them reported: Can not do it. No one wears shoes there !
The second salesman said: It is good to market . A lot of opportunity.

Success and Failure is dependant on how we face problems.

My dear friends: Do you know eagle lives up to about 70 of age? But when it reach about 40 yrs old, it claws start to age and can not grab the preys.
It also can not fly as well.

So, it is time for the eagle to make a choice;
wait for the death or goes through a renewal process.

If it choose to live, it must try its best flying to the top of the hill.
On the hill top/summit, it will stay for 150 days.

Over the top, it will hits it feathers to the stone so that they will drop and wait for the new ones to grow. After the feathers have grown enough……….which is about 150 days, it will continue its balance for 30 years life.

Remember, when the economy is good, there are peoples going bankrupt .
When business is bad , there are many new millionaires produced as well.

So,apply now the 85% right working attitude fully.

Keep moving forward !

Irwan The Chapter

Comments (2)

Kunjungan Mastermind Jaksel ke rumah Oom Bob Sadino

Posted on 19 May 2009 by Tjarli

oombob

Pagi, 19 Mei 2009 sekitar jam 09 kunjungan silaturahim ke rumah Oom Bob Sadino dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan Oom Bob kepada beberapa teman Mastermind Jaksel seputar bisnisnya. Obrolan pun mengalir dengan sendirinya dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Topik pertama adalah mengenai management. Menurut Oom Bob, teori-teori management itu sampah yang memenuhi otak kebanyakan orang dan menurut beliau juga sekolah-sekolah bisnis yang ada sekarang ini kebanyakan teori. Menurutnya simple saja “management is getting things done through other people”. Dalam berbisnis, management yang dijalankannya dominan menggunakan “hati” dibandingkan dengan “otak”.


Karena itulah beliau tidak mau menjadikan saudara atau kerabatnya menjadi pegawai di lingkungan perusahaannya. Banyak masalah yang akan timbul jika saudara atau kerabat menjadi pegawai di dalam perusahaan kita. Kepada kami beliau mewanti-wanti, agar jangan pernah menjadikan saudara atau kerabat menjadi pegawai. Lebih baik menjadikan orang lain sebagai “anak” di dalam perusahaan karena lebih mudah membinanya. Tidak heran berapa banyak “anak-anak” Oom Bob yang bekerja di Kemchick bertahun-tahun lamanya.


Dalam merekrut “anak-anak”, Oom Bob pun tidak memilih yang pintar-pintar apalagi yang bodoh. Beliau memilih yang sedang saja. Dan pada saat pegawainya menjalankan “management” dalam perusahaannya beliau mendiamkannya, memberikan kebebasan para managernya untuk membuat keputusan dan tindakan, namun bukan berarti beliau meninggalkan sendirian para managernya dalam membuat keputusan atau tindakannya. Karena menurutnya, seorang “gembala” yang baik adalah berada di tengah-tengah, bukan di depan, bukan pula di belakang gembalaannya. Beliau berada di tengah-tengah, bersama para manager dan pegawainya, beliau memberikan teladan kepada mereka.


Topik berikutnya adalah mengenai kesempatan. Kesempatan di dalam dunia bisnis, itu hanya datang dalam 1/1000 detik lamanya, sehingga memerlukan keputusan yang sangat cepat untuk “take action”. Jadi kalau ada kesempatan datang, putuskan saja untuk take action, jangan kebanyakan mikir atau kebanyakan analisa. Putuskan saja “take it” or “leave it”. Tapi bukan berarti setiap kesempatan harus kita ambil. Ambil kesempatan yang memang kita mau. Ini adalah masalah pilihan.


mm-jaksel-oom-bob

Pada saat itu, yang tidak terlupakan adalah tantangan dari Oom Bob Sadino kepada salah satu dari kami untuk keluar dari pekerjaan besok hari, dengan imbalan uang tunai yang nilainya 1,6 kali dari gajinya sebulan. Bahkan akan ditanggung beberapa bulan hingga bisa menghasilkan dari bisnisnya. Namun peluang ini tidak diambilnya, walaupun sempat dikata-katai “banci” karena tidak mengambil peluang ini.

Pelajaran dari hal ini adalah, bahwa kebanyakan orang memang sekedar mau menjadi entrepreneur, tetapi tidak mau meninggalkan zona kenyamanannya, bahkan dibayang-banyangi berbagai ketakutan. Ketakutan itu menurut Oom Bob hanya bayang-bayang pikiran saja. Menjadi seorang entrepreneur memang harus berani, tidak cengeng, seperti yang pernah disampaikan di acara Milad 3 TDA beberapa bulan yang lalu.

Oom Bob sempat mengatakan bahwa keputusannya menjadi entrepreneur itu karena pilihan untuk mendapatkan “kebebasan” (freedom). Di buku “Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila!” disebutkan bahwa adanya pertentangan batin saat itu karena beliau bekerja di perusahaan orang (Djakarta Llyod) sehingga sering diperintah atasan, tapi menurutnya atasannya itu goblok. Hal ini bertentangan dengan jiwanya yang sangat menghargai kebebasan. Maka tahun 1967 secara spontan beliau pulang ke Jakarta dari Eropa dan memulai hidupnya dari nol.

Menurutnya, beliau “membeli kebebasan” yang merupakan barang sangat berharga, dengan meninggalkan kenyamanan hidup, membayarnya dengan ketidak enakan yang harus dijalaninya. Menjadi supir taxi gelap, menjadi buruh/kuli bangunan, merasakan kemelaratan hidup. Itulah harga yang harus dibayar karena memilih menjadi manusia bebas. Merdeka dalam keputusan dan sikap adalah awal dari perubahan apapun, jangan takut untuk bertindak.

Sampai pada saatnya beliau mengamati perbedaan antara telur ayam lokal dan telur ayam layer (negeri). Mulailah beliau berbisnis telur ayam untuk kaum ekspatriat di daerah Kemang Jakarta, dengan bibit beberapa puluh anak-anak ayam dari Belanda. Walaupun jatuh bangun beliau tetap take action. Dari disinilah bisnisnya tumbuh dengan terus menerus “take action” yang kemudian menjadi Kemchick yang ada seperti saat ini.

Yang menarik adalah ketika kami dari Mastermind Jaksel menanyakan, peran atau support seperti apa yang diberikan oleh isteri pada saat “banting stir”. Beliau menjawab bahwa, support yang diberikan oleh isterinya adalah diam, tidak komentar. Kalau pada saat itu isteri beliau komentar, bisa jadi Bob Sadino tidak akan menjadi Bob Sadino seperti yang sekarang ini, katanya. Menurut istilah Bang Jay (Zainal Abidin), inilah yang namanya “the power of silent”.

Topik lain adalah mengenai profit. Kebanyakan orang fokus pada cost yang dikeluarkan, sementara Oom Bob fokus pada profit. Pada saat beliau bertani tomat hidroponik, orang yang berkunjung kebanyakan bertanya “berapa cost yang dikeluarkan?” dan tidak ada satupun yang bertanya mengenai “berapa profit yang diterima?”. Itulah sebabnya beliau berani membeli mahal sayuran yang dibeli dari petani dan berani menjual mahal untuk diekspor berton-ton banyaknya. Yang penting adalah profitnya cukup.

Jawaban yang tidak kami duga adalah ketika ditanyakan, Apa yang membuat Kemchick Supermarket bisa menjual produknya dengan harga mahal, bahkan Kemchick masa depan yang menyatu dengan apartement “The Mansion” di daerah Kemang yang dijual mahal? Itu adalah karena “celana pendeknya” katanya. Itulah “positioning” seorang Bob Sadino.

Kami terkesan karena satu-satunya supermarket yang buka melayani pelanggan di Jakarta pada saat kerusuhan Mei 1998 adalah Kemchick. Beliau mengatakan bahwa tadinya memang tutup, karena beliau memang tidak mau buka. Tetapi karena permohonan salah satu pelanggan yang mengatakan bahwa ia butuh susu untuk bayinya, saat itu terngiang-ngiang suara tangis bayi di telinganya, maka diputuskanlah Kemchick buka dan melayani para pelanggannya. Antriannya sangat panjang kebanyakan adalah ekspatriat, panjangnya seperti ular. Dan anehnya Kemchick tidak terkena aksi jarah massa di sekitar Jakarta pada saat itu. Aman-aman saja, bisa jadi karena keikhlasan niat untuk melayani para pelanggan, membuatnya tetap aman.

Topik yang menarik adalah Oom Bob Sadino mengatakan saat inilah saat yang tepat untuk bagi generasi muda untuk menjadi seorang entrepreneur. (Note: saat dunia dilanda krisis). Saat ini entrepreneur di nusantara baru ada sekitar 0,18% dari penduduk Indonesia, idealnya adalah sekitar 2%. Dari kondisi seperti ini, akan tumbuh entrepreneur-entrepreneur yang tangguh.

Beliau berpesan untuk bersyukur kepada Tuhan dengan menggunakan semua anugerah Tuhan yang telah diberikan, terutama usia muda, jangan buang-buang umur, berusahalah untuk balance, yang disimbolkan dengan “fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah”. Bertindaklah.

Setelah kami ditanya satu persatu apa kesimpulan yang diperoleh dari obrolan sekitar 90 menit ini, beliau menyampaikan sesuatu yang belum pernah disampaikan kepada orang lain adalah, bahwa kesuksesan itu tidak ada…. Kebanyakan orang mengejar kesuksesan yang sebenarnya tidak ada. Oom Bob menyampaikan bahwa beliau tidak tau apa definisi sukses, jadi kalau orang-orang mengatakan beliau adalah orang sukses, menurut beliau tidak tau, karena definisi sukses saja tidak tau.

Memang kalau kita renungkan bahwa sesungguhnya kesuksesan adalah bukan destination, melainkan adalah “quality of process”, sukses adalah tentang “the process of how”.

Lucunya saat muncul kata-kata “passive income” ditengah-tengah obrolan kami, beliau mengatakan saya tidak tau apa yang namanya passive income, tetapi ketika diterjemahkan secara sederhana adalah mendapat uang padahal tidak bekerja, beliau mengatakan “itu gue banget”. Beliau tidak tau apa itu passive income, tetapi beliau katakan saat ini beliau nggak kerja tapi dapat uang. Lucu, orang yang tau definisi passive income, belum pernah mengalaminya, tetapi orang yang tidak tau apa itu passive income namun sudah mengalaminya.

Pagi itu kami dibuat bingung. Jangan sangka obrolan kami seenak membaca tulisan ini. Banyak statement-statement Oom Bob Sadino yang membuat kami bingung. Kami dikata-katai “Goblok kamu!”. Tapi lucunya kami malah tertawa saat dikata-katai demikian. Beliau menginginkan keluar dari rumahnya, harus bingung, karena itu tandanya paradigmanya tentang entrepreneur sedang bergeser (bertumbuh). Diharapkan lagi bisa merubah dari seseorang yang teori oriented menjadi action oriented.

Itulah obrolan kami dengan “The Legend of Entrepreneur”, Oom Bob Sadino. Terima kasih banyak atas waktu dan obrolannya Oom.

Tjarli Suhendra

Comments (9)

Mastermind Jaksel On Air di DFM 103,4 FM

Posted on 08 May 2009 by Tjarli

Kamis 7 Mei 2009 atas undangan DFM 103,4 FM Mastermind Jaksel sebagai bagian dari komunitas Tangan Di Atas (TDA) mengudara selama 60 menit mulai jam 21.00 sampai 22.00 WIB untuk berbincang-bincang mengenai mastermind.

Setelah mengenalkan apa itu komunitas TDA dan sedikit latar belakang bagaimana berdirinya TDA, maka mengalirlah pembicaraan yang dipandu Mbak Dini mengenai manfaat dari mastermind. Hadir saat itu Tjarli (www.pixethic.com), Sopana (www.bengkeldata.com) dan Ridwan memberikan penjelasan secara bergiliran.

Milis Mastermind Jaksel sebagai sarana komunikasi anggota mastermind Jaksel setahun yang lalu, April 2008 masih beranggotakan 15 orang, saat ini Mei 2009 sudah mencapai 103 orang. Dari sebanyak itu, anggota yang aktif mengadakan pertemuan offline dalam Kelompok Mastermind (KMM) ada sebanyak sekitar 42 orang (6 KMM), masing-masing KMM beranggotakan 7 orang.

KMM itu sendiri merupakan sarana berbagi (sharing) para anggotanya yang diadakan setiap 2 minggu sekali. Masing-masing menceritakan apa saja yang telah dilakukan selama 2 minggu yang lalu dengan bisnisnya dan menjelaskan apa yang akan dilakukan untuk 2 minggu mendatang. Selama sharing tersebut, masukan, pencerahan dan diskusi mengalir dengan lancar dalam rangka saling berbagi. Dalam KMM, budaya memberi diutamakan dibandingkan dengan menerima baik berupa ilmu, pengalaman atau saran yang berguna untuk perkembangan bisnisnya masing-masing. Dalam melakukan kegiatan KMM, mastermind Jaksel menggunakan workbook yang bisa menjadi panduan sederhana dalam melakukan aktifitas bisnisnya.

Manfaat yang diperoleh bagi anggota mastermind adalah memiliki “konsultan” gratis dari sesama anggota, mendapat lingkungan yang mendukung bisnis, belajar dari sesama anggota, memunculkan ide-ide baru, mendapatkan semangat baru dalam menjalankan bisnis, memiliki tempat untuk curhat, menumbuhkan dan menjaga motivasi bisnis juga menambah network.

Dua pertanyaan yang disampaikan melalui SMS adalah mengenai pada saat start up alias memulai bisnis, ketakutan pada saat memulai bisnis yang muncul merupakan salah satunya. Satu-satunya obat bagi ketakutan adalah hadapi dan lakukan saja apa yang ditakutkan (action), mulailah berbisnis, karena jika terlalu direncanakan, biasanya bisnisnya tidak pernah dimulai, terlalu banyak pertimbangan sehingga akhirnya takut untuk bertindak. Kesalahan dan kegagalan adalah bagian dari sebuah kesuksesan, kesalahan dan kegagalan adalah sarana untuk belajar, agar bisa menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi.

Pertanyaan satunya adalah mengenai bagaimana menumbuhkan “trust” diantara sesama anggota KMM. Jawabannya adalah bertemulah secara rutin 2 minggu sekali, dengan demikian ikatan emosional akan menjadi kuat. Dengan seringnya bertemu muka, maka secara alamiah trust itu akan tumbuh. Inilah kekuatan dari KMM, pertemuan yang didasari oleh value yang sama dan dijalankan secara alamiah dan datang dari ketulusan untuk saling berbagi.

Pada kesempatan talkshow ini disampaikan bahwa cara termudah untuk menjadi anggota mastermind Jaksel adalah hadir ke acara forum Blok M yang diselenggarakan setiap 1 bulan sekali. Forum ini merupakan forum sharing knowledge bagi anggota TDA, anggota mastermind Jaksel atau bagi umum yang berniat untuk menjadi pengusaha/ belajar berbisnis. Disini bisa bertanya, berdiskusi dan sekaligus berkenalan.

Forum Blok M terdekat akan diselenggarakan adalah pada hari Minggu, 10 Mei 2009 dimulai jam 10.00 bertempat di WATA Kitchen (food court) Pasaraya Blok M. Pembicara pada FBM kali ini adalah Pak Agus Pramono, yang lebih dikenal dengan Mas Mono, pemilik usaha ayam bakar “Mas Mono” yang juga merupakan mentor nasional Entrepreneur University . Beliau adalah sosok entrepreneur yang dimulai dari kecil, berjuang dan berhasil membesarkan bisnisnya. Di bagian lain website ini (www.mastermindjaksel.com) tulisan mengenai Mas Mono bisa dibaca. Bagi para pembaca, yang berminat hadir ke FBM besok, silahkan datang ke acara tersebut, gratis.

Keep moving forward action

Tjarli Suhendra

Comments (1)


Yuswohady

www.wartaekonomi.co.id
Minggu lalu saya bertemu Mas Iim Rusyamsi, Rosihan, dan Mbak Inez. Ketiganya dari komunitas Tangan Di Atas (TDA). Lama ngobrol dengan mereka, banyak pelajaran yang saya dapat. Cerita mereka mengenai bagaimana TDA “beroperasi” membuat saya takjub. Takjub, karena model komunitas yang saya bayangkan selama ini, yaitu apa yang saya sebut “value-creating community”, berlangsung dalam format [...]

Lebih lanjut »

Sebelumnya :


Advertise Here
Advertise Here
Advertise Here