Archive | Creativesphere

Kaedah Penamaan Domain

Posted on 05 March 2009 by admin

Assalamualaikum mas jaya
Pertanyaan : Hal-hal apa yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sebuah domain ( Muslih, Jakarta)

Waalaikumussalam mas muslih,

Sebelum menjawab pertanyaan mas muslih, agar pembaca yang lain bisa lebih memahami tentang Domain maka saya akan mereview sedikit. Domain adalah nama yang berfungsi sebagai alamat situs anda. Anda bisa memilih domain apa saja selama domain tersebut belum ada yang memiliki. Untuk mencari tahu apakah sebuah domain sudah dimiliki oleh orang lain atau belum, anda bisa mengeceknya di www.whois.net. Tampilannya terlihat seperti gambar berikut.

Jika dalam proses whois muncul pesan “Domain name is not currently registered. Available for you now!”, artinya anda mempunyai kesempatan mengambil domain tersebut.

Adapun kaedah-kaedah ataupun tips untuk memilih nama domain adalah sebagai berikut :.

  • Sesuaikan nama domain dengan website yang akan anda buat. Apabila anda ingin membangun website bisnis ataupun toko online sebaiknya menggunakan domain dengan ekstensi .com.
  • Nama domain harus mengidentifikasikan kepada website yang dibuat, artinya nama domain harus menggambarkan isi website.
  • Mudah diingat dan kalau bisa cukup satu kata. Misalnya detik.com, kompas.com
  • Hindari penggunaan angka pada nama domain. Misalnya, just4you.com
  • Hindari juga penggunaan garis bawah (underscore) pada nama domain, sebaiknya diganti dengan tanda strip (-)
  • Hindari penggunaan nama domain yang panjang, karena akan menyulitkan user untuk menulis dan mengingatnya.
  • Jika harus menggunakan singkatan, usahakan singkatan yang bersifat umum. Misalnya, bni.co.id, bri.co.id

Layaknya memilih nama anak, pemilihan nama domain juga gampang-gampang-mudah. Perlu diingat salah satu faktor penting dalam Search engine Optimazation (SEO) adalah pemilihan nama domain yang tepat. Mudah-mudahan bermanfaat.. Salam GO Triple..

Tikak Sumajaya

www.trunojoyo.com

e-commerce Development

Comments (2)

Tags:

Mengapa saya harus memilih dot com ?

Posted on 13 December 2008 by T.Sumajaya

“Saya selama ini menggunakan blog untuk menjual produk saya dan hasilnya bagus. Menurut mas mengapa saya harus berpindah kepada dot com padahal saya sudah nyaman menggunakan blog ?”

Setidaknya ada 5 alasan kenapa orang berpindah kepada dot com, diantaranya adalah :

  1. Dengan menggunakan dot com, image usaha anda dimata konsumen lebih terlihat professional. Coba anda bandingkan www.usahaanda.com dibandingkan dengan www.usahaanda.nebengdomain.com. Alamat pertama terkesan lebih professional kan.
  2. Apabila anda menggunakan domain/blog gratis dipastikan waktu yang diperlukan untuk membuka web anda pasti lama alias lemot dibandingkan anda menggunakan dot com. Apa yang anda lakukan ketika membuka web ternyata berat/lemot pasti anda akan menutup web tersebut. Begitu juga calon kostumer anda.
  3. Anda ingat kasus menkominfo memblok situs multiply atau ternyata tempat domain/blog gratis anda gunakan sedang dalam maintenance sehingga anda ataupun (calon) costumer tidak bisa mengakses web anda.
  4. Sayakan gaptek, saya ga ngerti bagaimana membuat website. Wah alasan klasik.. J Zaman sekarang membuat website sudah tidak mahal, mulai dengan ratusan ribu anda bisa menggunakan jasa desain website atau anda bisa membeli buku-buku tentang cara membuat website.
  5. Website saya yang sekarang sudah bagus, search engine friendly, desainnya sudah familiar, pokoknya saya sudah jatuh hati. Kalau anda yakin poin 2 dan 3 bisa diminimalisir anda masih bisa menggunakan url direction. Misalkan anda sudah membeli domain www.usahasaya.com dan web/blog lama anda adalah www.usahasaya.domainmantap.com maka dengan menggunakan url direction ketika customer anda mengetik www.usahasaya.com maka secara otomatis akan menuju ke web anda yang lama…Praktis dan terlihat professional kan..

Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat….


Jaya

Comments (1)


Yuswohady

www.wartaekonomi.co.id
Minggu lalu saya bertemu Mas Iim Rusyamsi, Rosihan, dan Mbak Inez. Ketiganya dari komunitas Tangan Di Atas (TDA). Lama ngobrol dengan mereka, banyak pelajaran yang saya dapat. Cerita mereka mengenai bagaimana TDA “beroperasi” membuat saya takjub. Takjub, karena model komunitas yang saya bayangkan selama ini, yaitu apa yang saya sebut “value-creating community”, berlangsung dalam format [...]

Lebih lanjut »

Sebelumnya :


Advertise Here
Advertise Here
Advertise Here