Categorized | Activity

Mari Kita Pindahkan Dulu Otak Ke Dengkul Kita !

Posted on 02 March 2009 by Tjarli

oom-bob

“Mari kita pindahkan dulu otak ke dengkul kita”, begitu kata Bob Sadino sang Legenda entrepreneur Indonesia, pada acara Festival Entrepreneur Indonesia - Milad 3 TDA. Memang kata-kata ini terdengar ekstrim dan provokatif, namun dengan open mind, kata-kata tersebut bisa kita cerna dan kita pahami maksudnya.

Oom Bob (orang-orang menyebutnya demikian), menegaskan bahwa seorang entrepreneur itu harus bisa keluar dari belenggu pikiran. Contohnya, beliau bertanya kepada audien, kalau bisnis itu kita cari untung atau cari rugi ? Serentak peserta menjawab, cari untung. Berbeda dengan jawaban peserta, Oom Bob menjawab, bahwa beliau berbisnis itu cari rugi. Apa bedanya cari untung dan cari rugi, keduanya sama saja. Apakah orang yang berbisnis cari untung, selalu untung? Apakah orang yang berbisnis cari rugi, selalu rugi ? Faktanya, berbisnis itu bisa untung bisa juga rugi. Yang untung, tidak akan selamanya untung, suatu saat akan mengalami kerugian. Begitu pula yang rugi, apakah akan selamanya rugi , tentu saja suatu saat ia bisa untung. Untung atau rugi, bisa menjadi belenggu pikiran.

Pernyataan lain, Oom Bob katakan juga bahwa, dalam berbisnis beliau tidak punya tujuan, tidak punya rencana. Tujuan dan rencana bisa menjadi belenggu pikiran yang menghambat seseorang untuk bertindak. Untuk apa tujuan, untuk apa rencana kalau tidak ada action, yang penting adalah tindakan, yang penting melangkah. Setiap langkah akan membawa akibat, sebuah akibat akan membuat seseorang bertindak lagi, begitu seterusnya. Beliau juga katakan bahwa dalam berbisnis, beliau menginginkan kegagalan, karena dengan kegagalan lah beliau bisa belajar sesuatu. Sepanjang hidupnya, beliau senantiasa belajar dari kegagalan, hingga bisnisnya sebesar seperti sekarang ini. Kuncinya adalah belajar sesuatu dengan bertindak, terus menerus. Bertindak, belajar, bertindak, belajar dan seterusnya.

Beliau sempat menerangkan sandaran-sandaran wirausaha seperti gambar di bawah ini.

bobsadino00

Selanjutnya beliau juga menerangkan quadran seperti berikut ini :

bobsadino01

Terakhir saran Oom Bob kepada peserta adalah :

1. Carilah bisnis yang paling Anda sukai kemudian focus pada apa yang Anda pilih tersebut.

2. Kemauan saja tidak cukup, oleh karena itu harus punya tekad yang bulat untuk merubah diri, yang dinamakan determination.

3. Untuk apa rencana, yang terpenting adalah tetaplah, tetaplah bertindak.

4. Buatlah tujuan akhir bisnis kita adalah “berguna bagi orang-orang”

Di penghujung acara, barulah mengerti, seruan Oom Bob untuk memindahkan otak ke dengkul, ternyata adalah seruan untuk keluar dari belenggu pikiran. Jangan jadikan pikiran menjadi penghalang kita untuk bertindak. Bukankah TDA itu bisa juga singkatan dari Take Double Action ?

Keep Moving Forward !

Tjarli Pixethic

www.pixethic.com

4 Comments For This Post

  1. Risa Says:

    no comment… but “WOW”

  2. Sonny B Sofjan Says:

    kayaknya tulisan ini juga diposting di portal TDA…hebat

  3. Kika Says:

    Sebuah sketsa sederhana. Aku lebih suka yang beginian.

  4. Herman Says:

    Artikel yang sangat bagus..

    Thanks

Leave a Reply


Yuswohady

www.wartaekonomi.co.id
Minggu lalu saya bertemu Mas Iim Rusyamsi, Rosihan, dan Mbak Inez. Ketiganya dari komunitas Tangan Di Atas (TDA). Lama ngobrol dengan mereka, banyak pelajaran yang saya dapat. Cerita mereka mengenai bagaimana TDA “beroperasi” membuat saya takjub. Takjub, karena model komunitas yang saya bayangkan selama ini, yaitu apa yang saya sebut “value-creating community”, berlangsung dalam format [...]

Lebih lanjut »

Sebelumnya :


Advertise Here
Advertise Here
Advertise Here