Categorized | Inspiration, Street Smart

Nyalakan Merah Mu

Posted on 21 July 2009 by Ridwanfirdaus

Pernah menonton iklan atau mendengar celotehan “Nyalakan Merahmu..”? Ya, ini iklan terbaru dari Gudang Garam Merah yang cukup mencuri perhatian saya belakangan ini. Coba saja anda perhatikan tayangannya. Iklan tersebut menyajikan seorang pemuda status karyawan yang baru saja mengalami PHK sambil mengemasi perabotan di tempat kerjanya dan nampak menyiratkan sedikit kekecewaan di wajahnya karena harus segera meninggalkan status karyawannya karena di PHK. Tapi, tidak berlangsung lama.., mantan karyawan ini tampak mengutak atik sepeda motornya dengan penuh semangat, kemudian singkatnya pemuda tersebut berhasil membuka usaha bengkel sepeda motor.

Lepas dari produk yang di iklankan tapi materi iklan tersebut cukup menggugah & meng-inspirasi kita untuk tidak segera putus asa. Pemutusan Hubungan Kerja bukanlah akhir dari kisah hidupnya namun ternyata pada saat itulah ia memulai hidupnya yang baru yaitu menjadi seorang Pengusaha Bengkel Sepeda Motor. Iklan tersebut seolah memberi tahu kita, masih banyak jalan lain, melatih kita untuk memutar otak secara kreatif bahwa bekerja di tempat orang bukanlah satu-satunya tempat mencari uang. Banyak cara yang dapat di tempuh.

Nah..buat teman-teman yang baca tulisan ini mulai hari ini.., Nyalakan Merah Mu!

Salam Street Smart
http://www.ridwanfirdaus.com

0 Comments For This Post

1 Trackbacks For This Post

  1. Buktikan Merah Mu… | mastermindjaksel.com Says:

    [...] dia iklan Gudang Garam Merah sebelumnnya, “Buktikan MerahMu”. Jargon ini sudah di ubah menjadi Nyalakan Merah Mu belakangan ini. Kali ini saya tidak mengomentari materi iklannya namun sangat terinspirasi dengan [...]

Leave a Reply


Yuswohady

www.wartaekonomi.co.id
Minggu lalu saya bertemu Mas Iim Rusyamsi, Rosihan, dan Mbak Inez. Ketiganya dari komunitas Tangan Di Atas (TDA). Lama ngobrol dengan mereka, banyak pelajaran yang saya dapat. Cerita mereka mengenai bagaimana TDA “beroperasi” membuat saya takjub. Takjub, karena model komunitas yang saya bayangkan selama ini, yaitu apa yang saya sebut “value-creating community”, berlangsung dalam format [...]

Lebih lanjut »

Sebelumnya :


Advertise Here
Advertise Here
Advertise Here